SMK Negeri 10 Garut - Center of Excellence

OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah)

Organisasi yang dibentuk di sekolah untuk melatih kepemimpinan, kerja sama, dan tanggung jawab siswa. Bersifat intra sekolah (tidak memiliki hubungan organisatoris dengan sekolah lain). Secara fungsional, OSIS SMK Negeri 10 Garut merupakan salah satu jalur pembinaan kesiswaan, bersama dengan latihan kepemimpinan, ekstrakurikuler, dan wawasan Wiyata Mandala.

Pramuka (Praja Muda Karana)

Kegiatan Pramuka di SMK Negeri 10 Garut berlandaskan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan, termasuk belajar sambil melakukan (learning by doing), sistem berkelompok, dan kegiatan di alam terbuka. Kegiatan Khas diantaranya Berkemah, mendaki gunung, tali-temali (pioneering), morse/semaphore, penjelajahan, dan bakti sosial. Fungsi pramuka Sebagai wadah pendidikan kepanduan untuk mencapai tujuan pendidikan karakter, keterampilan, dan pengembangan diri.

Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera)

Nilai dan Manfaat Mengikuti Paskibra SMK Negeri 10 Garut: Melatih ketepatan waktu, kerapian, dan kepatuhan terhadap aturan. Membangun kerja sama tim yang solid melalui latihan baris-berbaris (PBB). Meningkatkan stamina tubuh dan membentuk mental yang tangguh serta percaya diri. Serta menumbuhkan rasa cinta tanah air dan menghargai jasa para pahlawan

PMR (Palang Merah Remaja)

Organisasi remaja bentukan Palang Merah Indonesia (PMI) yang berfokus pada pelayanan kesehatan, pertolongan pertama, dan kemanusiaan di lingkungan sekolah. Manfaat Mengikuti PMR: Menguasai teknik balut membalut, evakuasi korban, dan CPR (RJP). Mengasah kepedulian sosial terhadap orang yang sakit atau terkena bencana. Melatih mental agar tidak panik saat menghadapi situasi darurat. Belajar memimpin, bekerja sama dalam tim, dan mendirikan posko kesehatan

IRMA (Ikatan Remaja Masjid)

Organisasi ekstrakurikuler sekolah yang berfokus pada pembinaan karakter islami, pengelolaan kegiatan ibadah, dan syiar keagamaan di lingkungan masjid sekolah. Kegiatan IRMA: Mengadakan mentoring keislaman, belajar membaca Al-Qur'an (tahsin/tahfidz), serta diskusi keagamaan masa kini. Mengelola kebersihan, kenyamanan, serta agenda ibadah rutin di masjid atau musala sekolah. Mengembangkan bakat siswa di bidang seni religius seperti marawis, hadroh, nasyid, kaligrafi, hingga pidato (dakwah). Menyelenggarakan bakti sosial, pengumpulan zakat/infak, serta peringatan Hari Besar Islam (PHBI) seperti Maulid Nabi dan Pesantren Kilat

Voli

Organisasi ekstrakurikuler sekolah yang berfokus pada pengembangan bakat, kerja sama tim, dan prestasi di bidang olahraga bola voli. Manfaat Mengikuti Ekskul Voli: Meningkatkan kekuatan otot, daya tahan jantung, kelincahan, dan tinggi badan. Melatih komunikasi dan koordinasi yang solid karena bola tidak boleh disentuh dua kali berturut-turut oleh orang yang sama. Mengasah kecepatan motorik dan konsentrasi tinggi dalam membaca pergerakan bola. Membuka jalur beasiswa prestasi melalui turnamen antar-sekolah (seperti O2SN atau POPDA).

Futsal

Organisasi internal sekolah yang mewadahi minat, bakat, dan pembinaan prestasi siswa di bidang futsal. Manfaat Mengorganisir Ekskul Futsal: Belajar menyusun turnamen antar-kelas (classmeeting) atau turnamen terbuka antar-sekolah. Membentuk mental petarung yang sportif, disiplin waktu latihan, dan menjaga kebugaran tubuh. Membangun kemandirian organisasi, kerja sama tim, dan rasa kekeluargaan yang erat antar-anggota.

Tarung Derajat

Organisasi ekstrakurikuler sekolah yang mewadahi peminatan olahraga seni bela diri asli Indonesia yang praktis dan efektif, yang diciptakan oleh Achmad Dradjat (AA Boxer). Lima Unsur Daya Gerak Tarung Derajat: (Kekuatan) Melatih ketahanan otot melalui latihan fisik yang intensif. (Kecepatan) Melatih ketangkasan gerak dalam menyerang dan menghindar. (Ketepatan) Mengasah akurasi pukulan dan tendangan pada sasaran. (Keberanian) Membentuk mental baja agar tidak gentar menghadapi lawan. (Keuletan) Melatih daya tahan mental dan fisik agar tidak mudah menyerah.

Pencak Silat

Organisasi ekstrakurikuler sekolah yang berfokus pada pelestarian, seni, bela diri, dan prestasi olahraga seni bela diri asli warisan budaya Indonesia. Empat Aspek Utama Pencak Silat: (Mental Spiritual) Membentuk budi pekerti luhur, takwa kepada Tuhan, dan pengendalian diri yang kuat. (Seni Budaya) Menonjolkan keindahan gerak yang serasi dengan iringan musik tradisional/kendang pencak. (Bela Diri) Menguasai teknik taktis untuk membela diri secara efektif dari berbagai ancaman fisik. (Olahraga) Melatih fisik, kebugaran, dan ketangkasan untuk meraih prestasi di arena pertandingan.

Teater

Organisasi ekstrakurikuler sekolah yang mewadahi minat dan bakat siswa di bidang seni pertunjukan, seni peran (acting), dan panggung. Manfaat Mengikuti Teater: (Percaya Diri Tinggi) Mengikis rasa demam panggung dan melatih kemampuan berbicara di depan umum/public speaking. (Empati & Sosial) Belajar memahami sudut pandang orang lain melalui eksplorasi berbagai karakter tokoh. (Kerja Sama Tim) Menyatukan ego karena kesuksesan pementasan bergantung pada kekompakan pemain dan kru panggung. (Kreativitas Tanpa Batas) Mengasah kemampuan berpikir kritis dalam memecahkan masalah artistik di panggung.

KIR (Karya Ilmiah Remaja)

Organisasi ekstrakurikuler sekolah yang mewadahi minat siswa di bidang sains, penelitian, penulisan ilmiah, dan pengembangan teknologi tepat guna. Bidang Penelitian dalam KIR: Sains dan Teknologi (Saintek): Penelitian bidang eksperimen fisika, kimia, biologi, matematika, robotika, dan rekayasa perangkat lunak. Sosial dan Humaniora (Soshum): Penelitian mengenai perilaku masyarakat, psikologi remaja, budaya, sejarah, dan fenomena sosial di sekolah. Inovasi dan Lingkungan: Pengembangan produk ramah lingkungan, pemanfaatan limbah, dan solusi energi terbarukan.

English Community

Sering disebut English Club merupakan organisasi ekstrakurikuler sekolah yang menjadi wadah bagi siswa untuk belajar, melatih, dan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dalam suasana yang santai dan interaktif. Bidang Peminatan dalam English Community: (Speech) Melatih kemampuan berbicara di depan umum / public speaking menggunakan bahasa Inggris secara formal dan persuasif. (Storytelling) Seni bercerita secara ekspresif dengan menggunakan intonasi, gestur tubuh, dan alat peraga / props. (Debate) Mengasah kemampuan berpikir kritis dalam mempertahankan argumen terhadap suatu isu dengan aturan baku internasional. (Newscasting) Simulasi menjadi pembaca berita televisi, perkiraan cuaca, atau reporter lapangan profesional. (Scrabble & Spelling Bee) Permainan asah otak untuk memperkaya kosakata (vocabulary) dan ketepatan mengeja kata.

Padus (Paduan Suara)

Organisasi ekstrakurikuler sekolah yang mewadahi minat dan bakat siswa dalam seni olah vokal kelompok untuk menyanyikan lagu secara harmonis dengan pembagian beberapa suara. Manfaat Mengikuti Padus: (Disiplin & Ketajaman Pendengaran) Melatih telinga untuk fokus mendengar suara suara lain agar tetap harmonis. (Percaya Diri & Mental Panggung) Terbiasa tampil di acara formal sekolah (seperti Upacara Bendera, Hari Guru, Kelulusan) hingga konser dan lomba resmi. (Peluang Prestasi) Kesempatan berkompetisi di festival paduan suara tingkat daerah, nasional (seperti FLS2N), hingga internasional.

Hardroh / Marawis

Organisasi ekstrakurikuler sekolah yang mewadahi minat siswa dalam seni musik religius islami menggunakan alat musik perkusi (tepukan tangan) yang dipadukan dengan lantunan solawat. Manfaat Mengikuti Hadroh/Marawis: (Media Syiar & Ibadah) Menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW lewat solawat. (Konsentrasi & Sinkronisasi) Melatih fokus tinggi karena ketukan antara satu pemain dengan pemain lain saling mengisi (tidak boleh meleset). (Pelestarian Budaya) Menjaga eksistensi seni musik bernuansa islami di tengah gempuran tren musik modern. (Tampil di Berbagai Acara) Sering menjadi tim inti pengisi acara besar sekolah seperti PHBI, kelulusan, pernikahan, hingga perlombaan festival islami (MAPSI/FLS2N).

Multigrafi

Organisasi ekstrakurikuler sekolah yang menjadi wadah kreatif siswa untuk mendalami dunia digital kreatif, seni fotografi, videografi, dan desain grafis. Fokus Utama Latihan Ekskul Multigrafi: (Fotografi) Mempelajari teknik dasar kamera / segitiga eksposur, komposisi gambar, teknik pencahayaan/lighting, hingga foto studio dan luar ruangan. (Videografi) Belajar teknik pengambilan video/shooting, pergerakan kamera (camera movement), pembuatan naskah video, hingga penyusunan storyboard. (Editing & Pascaproduksi) Mengoperasikan perangkat lunak profesional untuk mengedit foto (seperti Photoshop/Lightroom) dan video (seperti Premiere Pro/CapCut).

Karate

Organisasi ekstrakurikuler sekolah yang menjadi wadah bagi siswa untuk mempelajari seni bela diri asal Jepang yang berfokus pada teknik serangan dan pertahanan menggunakan tangan kosong. Manfaat Mengikuti Ekskul Karate: (Pertahanan Diri) Menguasai teknik bela diri yang efektif dan taktis untuk menjaga keselamatan diri. (Karakter & Disiplin) Membentuk mental ksatria yang menghormati sesama (Reigi) sesuai prinsip Doio Kun (sumpah karate). (Kebugaran Maksimal) Meningkatkan kekuatan otot inti (core), kelenturan tubuh, kecepatan refleks, dan stamina. (Prestasi) Peluang meraih medali dan beasiswa lewat turnamen resmi di bawah naungan PB FORKI, OSN/O2SN, atau POPDA.

Seni Tari

Organisasi ekstrakurikuler sekolah yang mewadahi minat dan bakat siswa dalam mengeksplorasi keindahan gerak tubuh, ritme, dan ekspresi budaya melalui seni tari. Manfaat Mengikuti Ekskul Seni Tari: (Melestarikan Budaya) Menjadi garda depan dalam menjaga dan memperkenalkan warisan budaya bangsa kepada generasi muda. (Kepercayaan Diri) Mengikis rasa minder dan membentuk postur tubuh yang tegak, anggun, serta proporsional. (Kerja Sama Tim) Melatih kekompakan dan sinkronisasi gerakan karena keindahan tari kelompok dinilai dari keseragaman gerakan. (Ajang Prestasi) Berpeluang tampil di acara formal sekolah, festival daerah, hingga kompetisi bergengsi seperti FLS2N (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional).

Karawitan

Organisasi ekstrakurikuler sekolah yang mewadahi minat siswa dalam mempelajari seni musik tradisional instrumen gamelan Sunda yang dipadukan dengan seni vokal tradisional. Elemen Utama dalam Seni Karawitan: (Instrumen Gamelan) Seperangkat alat musik yang sebagian besar terbuat dari perunggu, kuningan, atau besi. Meliputi Saron, Demung, Bonang, Gong, Kenong, Kendang, Gambang, hingga Rebab. (Sinden / Pesinden) Penyanyi perempuan yang melantunkan lagu (tembang atau gerongan) dengan teknik vokal khas berornamen. (Wiraswara) Penyanyi laki-laki yang bernyanyi bersama (koor) untuk mempertegas dan meramaikan suasana lagu. (Wiyaga / Nayaga) Sebutan untuk para pemain atau penabuh instrumen gamelan.

Bergabunglah bersama Ekstrakurikuler SMK Negeri 10 Garut

Wadah menyalurkan minat, hobi, dan potensi unik siswa untuk membentuk karakter, mengasah kepemimpinan dan penyegaran mental