SMK Negeri 10 Garut - Center of Excellence

Link and Match 8+i
Kerja sama dengan industri tidak hanya sebatas MoU, tapi mencakup penyusunan kurikulum bersama, guru tamu dari industri, magang bersertifikasi, hingga komitmen penyerapan lulusan
Pembelajaran Berbasis Produk (Teaching Factory)
Siswa belajar dengan mengerjakan produk atau jasa yang nyata sesuai standar industri, sehingga mentalitas kerja terbentuk sejak di sekolah
Penguatan Karakter Profil Pelajar Pancasila
Menitikberatkan pada kedisiplinan, etika kerja, dan kemandirian agar lulusan siap menghadapi budaya kerja yang dinamis
Kepemimpinan Sekolah
Pelatihan bagi Kepala SMK agar memiliki jiwa kewirausahaan dan kemampuan manajerial yang kuat untuk mengelola sekolah layaknya sebuah korporasi pendidikan

Siswa dan Industri

Siswa SMK dan industri menjalin sinergi melalui Kurikulum Berbasis Industri untuk menjembatani skill gap, memastikan lulusan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Kerja
100+
Mitra Industri
Memiliki mitra industri kredibel yang aktif terlibat dalam proses pendidikan terutama Praktik Kerja Lapangan
2000+
Siswa SMK
Siswa SMKN 10 yang kompeten wajib menguasai kombinasi hard skills (teknis sesuai jurusan) dan soft skills (kreativitas, berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi)

Karakter Siswa Panca Waluya

manusia paripurna yang memiliki kepribadian Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer
Cageur (Sehat) Memiliki kesehatan jasmani dan rohani, sehat mental, serta semangat tinggi
Bageur (Baik) Berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, tulus, dan memiliki kepedulian sosial
Bener (Benar/Jujur) Jujur dalam perkataan dan perbuatan, disiplin, serta memiliki integritas tinggi
Pinter (Pintar/Cerdas) Cerdas secara akademik dan kompeten di bidangnya sesuai potensi
Singer (Terampil/Mawas Diri) Terampil, mandiri, tanggap, dan mampu menyesuaikan diri dengan dunia kerja

Tim Manajemen Sekolah

Tim manajemen sekolah yang solid merupakan fondasi utama keberhasilan pendidikan, ditandai dengan kepercayaan tinggi, komunikasi terbuka, tujuan bersama, dan pemahaman peran yang jelas. Kepala sekolah berperan sebagai penggerak dengan melibatkan guru dalam pengambilan keputusan, memberikan apresiasi, dan membangun budaya kolaboratif

Hj. Enden Lesmanawati, S.Pd, M.Pd
Hj. Enden Lesmanawati, S.Pd, M.Pd
Kepala Sekolah

Deden Suhendar, S.Pd, M.Pd, M.M
Deden Suhendar, S.Pd, M.Pd, M.M
Waka Kurikulum

Dewi Sri Mulyani, S.Pd, M.Pd
Dewi Sri Mulyani, S.Pd, M.Pd
Waka Kesiswaan

Endra Cahyono, S.Pd
Endra Cahyono, S.Pd
Waka Hubin

Agis Sopyan Nulhakim, S.Pd
Agis Sopyan Nulhakim, S.Pd
Waka Sarana & Prasarana

Mulya Juliyanto, S.M
Mulya Juliyanto, S.M
Kaprog TKRO

Riki Nurfirdaus, S.T
Riki Nurfirdaus, S.T
Kaprog DKV

Ivan Rahmadi, M.T
Ivan Rahmadi, M.T
Kaprog TBSM

M. Ihsan Sibaweh, S.St, M.Pd
M. Ihsan Sibaweh, S.St, M.Pd
Kaprog TJKT

M. Sodikin, S.Pd
M. Sodikin, S.Pd
Kaprog LPS

SMK Negeri 10 Garut memiliki lima konsentrasi keahlian untuk mendidik siswa menjadi tenaga kerja siap pakai

Sekolah ini juga dikenal sebagai SMK Pusat Keunggulan (Center of Excellence) yang didukung oleh program uji kompetensi keahlian resmi dan kelas industri untuk mempermudah penyaluran kerja para alumninya.

"SMK Bisa, SMK Hebat, SMK Eksis"

"SMKN 10 Garut Juara"